Hubungan Antara Partisipasi Olahraga Terorganisir dan Kebugaran Fisik dan Perkembangan Status Berat Badan Selama Masa Remaja

 


1.Pendahuluan

 Aktivitas fisik yang teratur sangat penting untuk meningkatkan kebugaran fisik dan menjaga status berat badan yang sehat pada remaja, yang juga penting untuk kesehatan mereka secara keseluruhan. Remaja menunjukkan pola perkembangan yang bervariasi, kebugaran jasmani biasanya menunjukkan peningkatan, seiring dengan BMI, sedangkan aktivitas fisik cenderung menurun. Partisipasi dalam olahraga terorganisir tampaknya memainkan peran penting dalam mendorong dan membentuk pola perkembangan aktivitas fisik dan kebugaran di masa muda, sementara hubungannya dengan status berat badan masih kurang meyakinkan. Meskipun popularitas dan banyak potensi manfaatnya, partisipasi dalam olahraga terorganisir menurun seiring bertambahnya usia. Angka putus sekolah semakin meningkat pada masa remaja dan mungkin disebabkan oleh berbagai alasan, seperti rendahnya tingkat kompetensi yang dirasakan, keterampilan yang berhubungan dengan olahraga, dan kebugaran. Meningkatnya prevalensi putus sekolah pada masa remaja menyoroti perlunya studi longitudinal untuk memahami bagaimana baik putus sekolah maupun partisipasi dalam olahraga terorganisir dikaitkan dengan perkembangan kebugaran fisik dan status berat badan pada masa remaja.


2. Metode

 Sebanyak 963 peserta direkrut dari 65 sekolah dasar di empat kota di empat dari lima kabupaten di Finlandia, yaitu Finlandia Selatan, Utara, Tengah, dan Timur. Untuk melakukan tindak lanjut, sebagian besar sekolah dasar yang dipilih merupakan sekolah komprehensif yang mencakup tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Sekolah-sekolah ini biasanya memiliki antara 300 dan 500 siswa, yang sebagian besar merupakan etnis kulit putih. Semua sekolah terpilih berpartisipasi dan berlokasi di berbagai wilayah kota, mewakili populasi siswa yang beragam. Di setiap sekolah, seluruh siswa kelas 5 (usia 11 dan 12 tahun) diundang untuk berpartisipasi, dengan tingkat partisipasi mencapai 85%. Para peserta mewakili sekitar 2% populasi Finlandia dalam kelompok usia tersebut. Kami mengumpulkan data longitudinal empat tahun mengenai para peserta ini dari tahun 2017 hingga 2021. Setiap tahun, kami mengumpulkan data partisipasi olahraga, kebugaran fisik, dan antropometrik antara bulan Agustus dan Oktober. Namun, data hanya dari tiga periode waktu (2017, 2019, dan 2021) yang digunakan dalam penelitian ini. Peneliti terlatih mengumpulkan semua data selama jam sekolah di gym dalam ruangan dan ruang kelas. Kebugaran kardiorespirasi diukur menggunakan shuttle 20 meter run test. Pada tes ini, peserta berlari terus menerus sepanjang 20 meter lintasan yang ditandai di lantai dengan dua garis sejajar yang berjarak 20m. Frekuensi bunyi bip yang terekam menentukan kecepatan setiap shuttle sejauh 20 meter. Mulai dari 8,5 km/jam untuk menit pertama, kecepatan lari meningkat 0,5 km/jam per menit. Peserta berlari mengikuti irama berbunyi bip di antara dua garis sejajar yang berjarak 20 m hingga tidak dapat lagi mengikuti. Hasilnya adalah jumlah putaran yang diselesaikan.

Kebugaran otot diukur dengan menggunakan tes push up. Perbedaan protokol push up putra dan putri dilakukan seperti pada posisi putra, jari-jari kakinya menyentuh lantai, sedangkan pada posisi anak perempuan, lututnya menyentuh lantai. Peserta diinstruksikan untuk menyelesaikan sebanyak-banyaknya push-up semampunya dalam waktu 60 detik dengan menurunkan badan hingga ke sana adalah sudut 90 derajat pada siku dengan lengan atas sejajar dengan lantai dan jaga punggung tetap lurus sambil mendorong ke atas hingga lengan terangkat lurus. Hasilnya adalah jumlah push-up yang berhasil dalam 60 detik.


Table 1

Descriptive statistics.

Measurement

Time

n

All

M (SD)

Participant-group

M (SD)

Dropout-group

M (SD)

Non-participant-group

M (SD)

BMI

2017

942

18.82 (3.07)

18.60 (2.71) N

18.67 (2.93) N

19.61 (3.90) P,D

 

2019

802

20.27 (3.31)

20.03 (2.88)

20.38 (3.529)

20.70 (3.92)

 

2021

559

21.43 (3.19)

21.31 (2.62)

21.49 (3.60)

21.68 (3.96)

Cardiorespiratory fitness

(Laps completed)

2017

2019

889

719

36.37 (18.11)

38.26 (19.57)

41.52 (18.62) D,N

45.40 (20.39) D,N

34.63 (15.80) P,N

35.64 (16.71) P,N

26.88 (14.76) P,D

29.84 (15.47) P,D

 

2021

409

42.07 (21.36)

49.75 (21.62) D,N

34.37 (18.84) P

33.43 (18.01) P

Muscular fitness

(Push-ups in 60 s)

2017

2019

907

797

21.78 (12.29)

25.70 (13.13)

24.16 (12.06) D,N

29.44 (12.72) D,N

21.79 (11.61) P,N

24.35 (11.91) P,N

15.78 (11.82) P,D

18.17 (12.39) P,D

 

2021

479

29.49 (13.36)

33.65 (12.93) D,N

25.86 (12.59) P

23.66 (11.88) P

Gender (girls/boys)

n

 

493/468

249/231

153/132

91/105

Gender (girls/boys)

%

 

51/49

51/49

54/46

47/53

Note 1. M, mean; SD, standard deviation; BMI, body mass index.

Note 2. The letters (P = participant-group, D = dropout-group, N = non-participant-group) indicate the profiles between which there is a significant difference p < 0.05.

Tes Missing Completely at Random (MCAR) dilakukan dengan menggunakan SPSS 26.0 dan Mplus Versi 8.6 digunakan untuk estimasi model.


Table 2

Correlations between variables each year.

 

Time

Cardiorespiratory fitness

Muscular fitness

BMI

2017

0.456⁎⁎⁎

0.290⁎⁎⁎

 

2019

0.423⁎⁎⁎

0.280⁎⁎⁎

 

2021

0.327⁎⁎⁎

0.178⁎⁎⁎

Cardiorespiratory fitness

2017

 

0.437⁎⁎⁎

 

2019

 

0.456⁎⁎⁎

 

2021

 

0.419⁎⁎⁎

 

3. Hasil

 Distribusi peserta antar kelompok dan, statistik deskriptif untuk masing-masing pengukuran disajikan pada Tabel 1. Seluruh kelompok didominasi oleh kesetaraan gender. Korelasi antara BMI, kardiorespirasi, dan kebugaran otot adalah signifikan (lihat Tabel 2). BMI dulu berkorelasi negatif dengan kebugaran kardiorespirasi dan otot. Saat tingkat penyelesaian tahunan menurun, 25% data terdiri dari nilai yang hilang (2164 dari 8667). Partisipasi bersifat sukarela, dan semua peserta diberi kesempatan untuk berpartisipasi setiap tahun. Namun keinginan mereka untuk berpartisipasi menurun seiring bertambahnya usia. Tes Missing Completely at Random (MCAR) menunjukkan ketidakacakan dan pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan tidak ada kelompok spesifik yang dikaitkan dengan nilai yang hilang. Oleh karena itu, kami berasumsi nilai yang hilang adalah Hilang Secara Acak (MAR) dan dinilai mereka menggunakan prosedur kemungkinan campuran, yang telah terbukti menghasilkan estimasi parameter yang andal dan kesalahan standar berdasarkan MAR kondisi. Kami memperkirakan model kurva pertumbuhan laten paralel multi-kelompok untuk memeriksa tingkat dan kemiringan BMI, kebugaran kardiorespirasi, dan kebugaran otot secara bersamaan pada ketiga cabang olahraga partisipasi kelompok.(oleh Rahman Abror Zati).


Komentar